Kampung Inggris Tidak Pernah Sepi Dari Peminat

Padahal, lanjutnya, krisis ekonomi tahun 1998 sangat berbeda dengan situasi ekonomi 2018. Tingkat depresiasi mata uang pada tahun 1998 jauh lebih rendah dari pada tahun 2018. Pada tahun 2018, bank-bank di Indonesia lebih kuat, dan sektor keuangan Indonesia jauh lebih kuat dalam menghadapi tekanan global, katanya. Selain itu, ia mencatat bahwa depresiasi mata uang jauh lebih rendah daripada di tahun 1998.

Bank-bank Indonesia lebih kuat, dan sektor keuangan Indonesia jauh lebih tidak rentan terhadap risiko asing. Selain itu, cadangan devisa negara tersebut jauh melebihi yang dimiliki pada tahun 1998, dan rasio utang terhadap PDB kurang dari setengah dari 74 persen yang dialami negara itu pada tahun 1998. Ia juga mengungkapkan bahwa baik defisit anggaran dan tingkat utang umum tetap di bawah kontrol dan baik dalam batas hukum.

Kampung Inggris Tidak Pernah Sepi Dari Peminat. Buktinya silahkan berkunjung ke kampung inggris kapan saja. Ini terjadi bahkan dengan Bank Indonesia (BI) mengikuti kebijakan normalisasi Federal Reserve AS dan menaikkan suku bunga tujuh kali dengan total 1,75 poin persentase pada 2018.

Dewan Gubernur BI sebelumnya sepakat pada 19 dan 20 Desember 2018, untuk mempertahankan BI Rate 7-Day Reverse Repo pada 6 persen, sementara juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility (DF) dan Lending Facility (LF) pada 5,25 persen dan 6,75 persen, masing-masing.

BI percaya bahwa tingkat kebijakan masih konsisten dengan upaya untuk mengurangi defisit transaksi berjalan dan menjaga daya tarik aset keuangan domestik dengan mempertimbangkan tren tingkat suku bunga global dalam beberapa bulan ke depan.

Selain itu, BI juga akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait lainnya untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat ketahanan eksternal, yang mencakup pengurangan defisit transaksi berjalan menjadi sekitar 2,5 persen dari PDB pada 2019.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menguat sebesar 39,83 poin, mengikuti optimisme investor terhadap perekonomian domestik Indonesia. BEI ditutup pada 6.221,01 pada Kamis malam, meningkat 39,83 persen, atau 0,64 persen lebih tinggi dari pembukaan di 6.192,27. Obligasi utama 45 LQ45 menguat sebesar 6,53 poin, atau 0,66 persen, menjadi 990,87.

Stabilitas ekonomi kita tetap terkendali, meskipun ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, seperti akun defisit kita saat ini, kata analis Bahana Securities, Muhammad Wafi di sini, Kamis.

Pergerakan bullish BEI juga didukung oleh aksi beli investor asing yang menutup total pembelian bersih asing hari ini sebesar Rp188,27 miliar. Dengan demikian, Wafi berharap bahwa ekonomi domestik saat ini akan terus stabil di tengah proyeksi ekonomi global yang lesu yang telah dibayangi oleh perang perdagangan AS-China.

Perang dagang masih menjadi sentimen negatif eksternal, tambahnya. Secara keseluruhan, Bursa Efek Jakarta mencatat transaksi 388.913 kali pada hari Kamis, di mana 10,84 miliar saham senilai Rp7,56 triliun diperdagangkan. Di antara mereka, 233 obligasi naik, 170 obligasi turun, dan 127 obligasi stagnan.

Sementara itu, tren lesu terlihat dari pasar regional, termasuk Shanghai Index, yang melemah 0,93 poin, atau 0,04 persen, ke 2.464,36; Indeks Hang Seng, yang melemah sebesar 65,90 poin, atau 0,26 persen, menjadi 25.064,40; dan Strait Times Index, yang melemah 26,01 poin, atau 0,86 persen, menjadi 3.012,88.

Inflasi Indeks Harga Konsumen (CPI) tetap terkendali sepanjang 2018, dalam kisaran target 3,5 + 1 persen.

No Comments Yet.

Leave a comment