Edukasi UKM Dalam Penggunaan Media Pemasaran Digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengadakan pelatihan dan memfasilitasi dan mensimulasikan penjualan online untuk pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Cirebon di Jawa Barat. Diharapkan para pemain UMKM dapat semakin terstimulasi untuk memaksimalkan e-commerce untuk mengembangkan bisnis mereka, kata Direktur Informasi dan Komunikasi Ekonomi & Maritim, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Septriana Tangkary di Cirebon, Sabtu.

Dia mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Kantor Komunikasi, Informasi dan Statistik Kota Cirebon, Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan pasar Shopee untuk mengedukasi UKM terkait dengan penggunaan e-commerce. Menurut Septriana, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia.

Edukasi UKM Dalam Penggunaan Media Pemasaran Digital. Pesan paket jasa seo bulanan murah. Menimbang bahwa saat ini terdapat lebih dari 132 juta penetrasi pengguna internet, pengguna e-commerce terus meningkat dengan meningkatnya portal e-commerce yang memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat saat ini.

Transaksi online melalui portal e-commerce kata Septriana, semakin populer di masyarakat luas dan dapat dilihat sebagai perkembangan positif.

Karena itu lebih mudah untuk menghubungkan penjual dan pembeli sekarang. Click Here. Ini penting untuk disampaikan kepada UMKM untuk lebih memahami potensi pasar yang sangat besar, katanya.

Langkah-langkah awal telah dieksplorasi, tetapi pendidikan tentang penggunaan portal e-commerce penting untuk terus dilakukan, lanjutnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa melalui program pendidikan, ia juga ingin mensosialisasikan gerakan 'Ayo Penjualan UMKM Online'.

Saat ini dia mengatakan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41 persen dengan jumlah UMKM mencapai hampir 60 juta unit.

Namun, hanya sekitar 8 persen atau sebanyak 3,79 juta pemain UMKM telah memanfaatkan platform online untuk memasarkan produk mereka, meskipun tren pergerakan konsumen semakin membebani dalam transaksi online, katanya.

Indonesia masih memiliki peluang bagus untuk meningkatkan ekspor minyak kelapa sawit ke Arab Saudi, karena saat ini hanya memasok 30 persen dari permintaan minyak sayur Saudi, kata Ketua Asosiasi Produsen Minyak Sawit Indonesia Joko Supriyono. Kunjungi web kami.

Kami masih memiliki potensi untuk meningkatkan ekspor hingga setengah dari total kebutuhan (Arab Saudi), katanya di sela-sela Pameran Indonesia 2018 yang diadakan di Jidda pada hari Sabtu.

Dia mengatakan permintaan Saudi untuk minyak nabati mencapai 900 ribu ton per tahun, sementara Indonesia saat ini mengekspor 370 ribu ton minyak sawit ke negara Timur Tengah setiap tahun.

Indonesia memiliki peluang bagus untuk meningkatkan ekspor minyak kelapa sawitnya ke Arab Saudi karena beberapa keuntungan, termasuk hubungan erat yang sudah lama ada dengan Arab Saudi, katanya.

Selain itu, jumlah orang Indonesia yang mengunjungi Arab Saudi untuk naik haji dan naik haji minor (umroh) juga tinggi, sehingga ada permintaan untuk makanan Indonesia.

No Comments Yet.

Leave a comment