Banyak Merek Waralaba Produk Indonesia di Arab Saudi

Indonesia dan Arab Saudi saat ini berada di era keemasan, di mana Indonesia menerima tempat khusus di mata pemerintah Saudi dan rakyat, kata Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel. Otoritas Umum Saudi untuk Usaha Kecil dan Menengah akan mengatur pameran bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Timur di bawah kendali Pangeran Ahmed Bin Fahd Bin Salman bin Abdulaziz, Wakil Gubernur Provinsi Timur. Indonesia menjadi tamu kehormatan expo tahun ini berkat upaya kedutaan.

Pada pameran tersebut, Paviliun Indonesia yang meliputi area seluas 144 meter persegi akan menampilkan beberapa perusahaan yang memiliki potensi untuk menjual merek waralaba Indonesia ke Arab Saudi, termasuk yang bergerak dalam industri makanan, minuman, dan garmen. Dengan berpartisipasi dalam pameran ini, semakin banyak merek waralaba produk Indonesia diharapkan akan dipasarkan di Arab Saudi. Banyak merek produk Indonesia, termasuk Indomie, J-C0, ABC dan Sasa saat ini cukup sukses di Arab Saudi.

Sekitar 150 perusahaan domestik dan asing dengan 600 merek akan mengambil bagian dalam pameran yang diharapkan akan dihadiri oleh sekitar 100 ribu orang dari Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya. Duta Besar mengatakan penunjukan Indonesia sebagai tamu kehormatan di pameran mencerminkan hubungan erat antara kedua negara, yang memasuki era keemasan, terutama setelah kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada Maret 2017.

Menurut data dari Kementerian Perdagangan, perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi mencapai US $ 6,1 miliar pada 2018, naik 34,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, Indonesia menderita defisit $ 1,7 miliar dalam perdagangannya dengan Arab Saudi tahun lalu karena tingginya impor minyak. Melalui promosi ekonomi dan budaya, Indonesia bertujuan untuk meningkatkan ekspornya ke Arab Saudi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengendarai Mass Rapid Transit Jakarta (MRTJ), melayani rute HI Circle-Lebak Bulus, selama uji coba, Selasa, setelah Ibu Negara Iriana naik kereta bawah tanah Indonesia pertama pada hari sebelumnya.

Post Rujukan: Pendaftaran Merek Rental Bali Terpercaya Bahasa Inggris.

Jokowi naik MRTJ di perusahaan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Tenaga Kerja Hanief Dhakiri, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kabinet Sekretaris Pramono Anung, dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

Presiden disambut oleh kerumunan yang juga ingin menjadi bagian dari uji coba MRTJ. Perjalanan dari Stasiun Lingkaran HI ke stasiun Lebak Bulus, sepanjang 16 kilometer, membutuhkan waktu 30 menit. Tahap pertama pekerjaan konstruksi MRT Jakarta dimulai pada 10 Oktober 2013, dengan total investasi senilai Rp16 triliun. MRT Jakarta diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di ibu kota dan daerah pinggiran kota yang telah menyebabkan kerugian tahunan sejumlah sekitar Rp65 triliun.

Sistem transportasi umum yang terintegrasi, termasuk MRT, sistem light rapid transit (LRT), Transjakarta, dan kereta api bandara, diyakini sebagai kunci untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas di Jabodetabek. Pembangunan MRT tahap kedua, yang menghubungkan lingkaran lalu lintas Hotel Indonesia ke Ancol di Jakarta Utara, diperkirakan akan dimulai awal tahun depan, bersamaan dengan jalur MRT Timur-Barat, yang menghubungkan Bekasi di Jawa Barat dan Tangerang di Banten.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta semua pihak untuk menyingkirkan ego sektoral dalam pengelolaan transportasi karena kepentingan nasional harus diprioritaskan. Saat memimpin rapat kabinet terbatas, di sini, Selasa, Jokowi menyoroti perlunya mengatasi kemacetan di kota-kota besar, termasuk Jabodetabek atau Jabodetabek, yang telah menimbulkan kerugian besar.

Kemacetan lalu lintas telah menyebabkan kerugian sebesar Rp65 triliun di Jabodetabek setiap tahun, presiden mengutip data dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Wakil presiden, gubernur menyebutkan Rp100 triliun. Jumlahnya sangat besar, katanya. Rapat kabinet terbatas membahas manajemen transportasi di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), katanya.

No Comments Yet.

Leave a comment